buy smartphone? be a smart buyer...
Gadget ibarat seorang pacar, apabila sudah tidak cocok dan membosankan, maka sudah saatnya mengakhiri hubungan dan melirik pasangan lain yang lebih pas dan lebih menyenangkan. Dari pada dipendam berlarut larut,lebih baik berterus terang dan mengambil langkah nyata. Halah opo to....
Gadget ibarat seorang pacar, apabila sudah tidak cocok dan membosankan, maka sudah saatnya mengakhiri hubungan dan melirik pasangan lain yang lebih pas dan lebih menyenangkan. Dari pada dipendam berlarut larut,lebih baik berterus terang dan mengambil langkah nyata. Halah opo to....
Sebenarnya, tidak ada yang salah
dengan pacar saya yang lama, dia lumayan seksi, dengan ukuran screen 4,7 inch
IPS, quadcore, dual-sim model lama (bukan micro), kamera 8 MP, sudah sangat pas
untuk memenuhi kebutuhan berkomunikasi di era kekinian. Namun lagi-lagi
strategi marketing ala “open sale” dan iming-iming support jaringan LTE, 64-bit
processor, beserta upgrade MIUI 6 stable, membuat saya tak kuasa berpindah ke
lain hati. Tak berselang lama, saya putuskan bahwa redmi 1s resmi saya jual
untuk modal melamar adiknya. Adiknya yang lebih cute, lebih ramping, lebih adem
(64-bit katanya sih lebih adem), dan bener-bener pas dengan selera saya.
Namun, ketika saya cermati kembali,
ternyata upgrade yang diberikan tidak sesuai dengan ekspektasi awal saya. Salah
satu yang membuat saya tertarik dan berani melepas redmi 1s adalah upgrade
kapasitas RAM dari 1 GB menjadi 2 GB di redmi 2. Sebuah kekhilafan saya membaca
info spek dari salah satu thread di kaskus, bahwa redmi 2 yang dijual di Indonesia
saat itu ternyata adalah versi 1GB
memori dan 8 GB internal storage,
bayangan saya dengan harga 1,6 mendapatkan upgrade 2GB adalah sebuah
penghematan luarbiasa. Sekali lagi, kesalahan saya adalah tidak membaca dengan
baik spesifikasi yang ditawarkan dihalaman penjual. Dalam benak saya, pantas saja murah sekali
(untuk ukuran spek RAM 2 GB internal 16 GB).
Nasi telah menjadi bubur, bukan
bubur biasa tapi bubur ayam lengkap dengan bumbu-bumbu dan kerupuk. Lebih nikmat
dan cukup mengenyangkan perut. Walaupun melenceng dari harapan,setidaknya saya
benar-benar mendapatkan upgrade di sisi lain, MIUI 6 luar biasa bagus. Manajemen
RAM saya rasakan lebih baik walau dengan 1 GB RAM, aplikasi berjalan smooth
dan UI yang lebih nyaman. Benar-benar
iOS wannabe. Bagi anda yang berniat upgrade, sebaiknya pertimbangkan spek
terutama kapasitas RAM. Karena saya perhatikan, perkembangan aplikasi saat ini
cenderung boros RAM. Jangan sampai alih-alih ingin upgrade untuk mendapatkan
pengalaman maksimal dalam berandroid, justru mendapat hasil yang tidak terlalu
signifikan atau malah semakin buruk. Terlepas dari semua itu, Redmi 2 bagi saya tetep the best bagi
anda yang ingin membeli ponsel pintar dengan harga direntang 1,5 jt.
0 komentar:
Posting Komentar