Kamis, 09 April 2015

Nasgor Bang Ipin

Oke, sebagai anak kost yang baik sudah tentu street food menjadi pilihan menu utama untuk memenuhi kebutuhan asupan pangan sehari-hari. Apalagi tipikal super sibuk dan gak mau repot seperti saya, street food alias jajanan jalanan sudah menjadi bagian dari hidup saya. Mulai dari sate, bakso, mie ayam, lontong tahu, lontong opor, nasi megono khas pekalongan dan tidak ketinggalan nasi goreng adalah sederet menu street food yang sering saya jumpai. Nah, di episode kuliner kali ini saya akan sedikit mereview nasi goreng favorit saya “nasi goreng bang ipin”.

Nasi goreng bang ipin terletak di jalan tentara pelajar pekalongan kota, dari rumah sakit kraton lurus terus, di ujung jalan ada traffic light ambil kanan. Lokasinya memang tidak terlalu strategis dan lapaknya juga sangat sederhana. Tidak ada bedanya dengan kebanyakan penjual nasi goreng umumnya. Suatu hari saya pernah ditraktir seorang teman, sebut saja mbak retta. Mbak retta ini selain cantik juga baik hati sekali, dialah yang membawa saya ke lapak nasi goreng bang ipin untuk pertama kalinya. Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan menu nya, karena nama lapaknya “nasi goreng bang ipin”, spontan saja saya memesan nasi goreng. Tidak membutuhkan waktu lama, hidangan pun siap. Oke saatnya mencicipi.

bang ipin sedang fokus memasak nasi goreng
Saya cukup kaget dan terkesan, ternyata dibalik bungkus kesederhanaan, tersimpan masakan nasi goreng yang nikmat. Nasi yang “kemrotok” dan pas sekali teksturnya, bumbu dan minyak yang tidak berlebihan, tidak terlalu berminyak dan cukup kering. Cita rasa nasi goreng jalanan sejati seketika memanjakan lidah saya. Membuat saya jadi penasaraan untuk mencoba menu yang lain, pas sekali mbak retta memesan capcay goreng kesukaannya. Dan bisa ditebak, saya dipersilakan mencicipi, selain cantik dan baik hati, mbak retta ini tidak sombong dan rela berbagi loh. Satu sendok meluncur dan nyum nyum nyum...bumbunya kental manis, rasanya kuat, mantep jon..

dan akhirnya dari situ lah mbak retta naksir dengan saya, prettt..

Bukan-bukan, bukan itu maksud saya mbak... Berawal dari kejadian mendebarkan itulah saya menjadi ketagihan mencoba menu yang lain. Masalah harga, jempol untuk bang ipin, 1 porsi nasi goreng dibanderol Rp. 9.000 saja, tambah es teh Rp. 2.000 sudah ampuh menuntaskan lapar dan dahaga anda. Hasilnya? saya berikan bintang 4 untuk bang ipin, minus lokasi yang kurang strategis dan kurang luas sehingga menyulitkan parkir bagi anda yang menggunakan kendaraan roda 4. Tenda lapak yang sempit membuat pelanggan akan tersiksa tatkala hujan datang. Itu saja, soal rasa  boleh diadu. Apalagi ada yang traktir seperti mbak retta ...nyum nyum nyum. Terima kasih mbak retta, bang ipin, sukses selalu!

0 komentar:

Posting Komentar