" Love your ears, Love your wallet "
Tulisan ini akan mengupas hobi yang saya ikuti, hobi mengoleksi pernak-pernik audio digital dengan kualitas sebaik mungkin namun dengan harga semurah mungkin. Terdengar "mekso" dan sangat bertolak belakang dengan pepatah wong jowo "ono rego, ono rupo", "ada harga, ada kualitas". Namun saya jamin, In KERE-HORE, you can make it real!
Awalnya kata Kere Hore muncul sebagai sebuah sebutan saja. Dimana kata "KERE" dalam bahasa indonesia berarti Miskin atau bisa diartikan murah dan kata HORE yang dapat diartikan juga menyenangkan/nikmat/exciting. Jadi secara utuh, kata Kere Hore mengusung makna bahwa sesuatu yang murah/low budget yang dapat dinikmati, yang akhirnya menjadi kesenangan dan hobi sehingga layak dikoleksi. Moral spiritnya, sesuatu yang murah belum tentu murahan, sebaliknya sesuatu yang mahal belum tentu hasilnya sesuai dengan harapan. Kere Hore hadir menjadi sebuah wadah dimana para penghobi akan dapat berbagi informasi tentang barang-barang murah berkualitas dan mampu bersaing dengan produk yang harganya jauh lebih mahal 2 - 3 kali lipat.
![]() |
| logo Kere Hore |
Nah, dengan hadirnya Kerhor ini saya sangat terbantu sekali, saya bisa mendapatkan produk yang mungkin secara merk tidak dikenal luas, namun setelah saya coba, top tenan! suarane pas, sulingnya, kendangnya, suara vokal serak-serak basah khas mbak via vallen terdengar cukup nikmat. Padahal awalnya saya skeptis dengan merk yang tidak terkenal apalagi produk dari negri panda. Ternyata dipasaran, produk harga murah dengan suara "mahal" cukup banyak bertebaran, hanya saja tidak semua produk tersebut dikenal dan membutuhkan proses bagi seseorang untuk berani mencoba dan akhirnya membeli. Itulah barang-barang Kere Hore.
Dukungan media sosial seperti facebook dan forum kaskus, menjadikan Kere Hore cepat tumbuh dan berkembang menjadi sebuah komunitas bagi sesama pecinta dunia audio. Yang mana melalui Forum Kere Hore lah para penghobi dapat bertukar informasi, berbagi review, hingga menjadwalkan kopdar untuk sekedar saling bertukar "setup" audio koleksi mereka. Saya sendiri belum pernah ikut dalam acara kopdar tersebut. Saya hanya terdaftar sebagai anggota forum di facebook dan silent reader artikel review produk di internet. Dan ketika dirasa cocok dengan selera musik saya, maka saya akan langsung berburu di FJB (forum jual beli).
| ini salah satu contoh produk "kere hore" yang sukses memuaskan telinga saya |
Sebenarnya tidak direkomendasi membeli produk audio hanya berdasarkan dari review, cara terbaik menurut saya ya langsung audisi di tempat. Karena inti dari hobi audio adalah selera, semua kembali ke selera. Sebagus apapun review, toh akhirnya kita yang memakai, kita yang menikmati. Telinga kita bukan telinga mereka. Hanya kendala klasik berupa kelangkaan barang, letak toko yang jauh di luar kota, membuat saya kesulitan dan berujung malas untuk audisi. Bermodalkan 50 % hasil review, 50 % peruntungan saya biasanya langsung memutuskan untuk membeli tanpa audisi. Alhamdulillah ga ada masalah, semua sesuai dengan yang saya harapkan.
Bagi anda yang ingin memanjakan telinga tanpa khawatir dompet anda cidera? Come join us
Bagi anda yang ingin memanjakan telinga tanpa khawatir dompet anda cidera? Come join us

0 komentar:
Posting Komentar