Sabtu, 28 Maret 2015

GUCIKU : Tersiksa Kenikmatan Tengah Malam

Well, badai pasti berlalu. Setelah masuk perangkap “warung kebangkrutan”, saatnya kita fokus ke tujuan utama. 2 jam dari Pekalongan menempuh jalan yang berliku, ditambah kena jebakan batman, kini saatnya meraih kemenangan.

Objek wisata guci merupakan objek wisata air panas alami. Disini kita akan menemui banyak sekali kolam/pemandian air panas. Baik yang dikelola oleh swasta,perhotelan, ataupun oleh warga sendiri. Harga bervariasi mulai dari Rp. 5000 – 25.000, tentu saja yang paling mahal pasti menawarkan fasilitas yang lebih baik. Namun ada kolam yang gratis dan dikelola oleh dinas pariwisata setempat, kolam gratis ini selalu saja penuh sesak oleh pengunjung apalagi ketika musim liburan tiba. Ajaibnya, apabila objek wisata biasa paling mentok ramai pengunjung ketika pagi atau siang dan mulai berkurang ketika malam hari, hal itu tidak berlaku di kolam air panas guci, justru ketika hari semakin gelap maka pengunjung akan semakin ramai berdatangan. 

Foto kolam pancuran yang saya comot dari blog sebelah


Umumnya anda akan dibilang orang gila ketika mengajak teman untuk berenang atau mandi tengah malam, apalagi ditempat dengan suhu sedingin kawasan Guci. Tapi di Guci hal tersebut wajar dan biasa saja. Semakin malam, udara yang semakin dingin justru menjadikan ritual berendam semakin khusuk dan terasa nikmat. Oleh karena itu banyak pengunjung yang memilih berendam di malam hari ditemani cahaya bulan dan taburan bintang-bintang kalo pas langit cerah. Wow kebayang kan betapa indah momentnya.

Oke, kembali ke jalan cerita si tokoh utama. Saya dan kawan-kawan tentu saja memilih kolam gratisan dong. Sampai di lokasi, langsung saya lepas baju dan hanya mengenakan celana pendek,..brrrrrr...deburan hawa dingin langsung menyerang sekujur tubuh..pengen cepet masuk kekolam. Tapi musti inget, air dikolam guci ini suhunya maknyos bgt, ibarat hukum pelepasan kalor atau ntah apa itu namanya..tubuh anda diibaratkan gelas kosong yang akan diisi air panas. Kalo mendadak langsung nyebur, bisa dipastikan anda akan terkicat-kicat seperti  ikan kekurangan oksigen diatas aspal. Puanasss poool broo..so untuk mengatasi hal tersebut, ada sedikit tips nih.

tuh kan, adek kecil aja berani, ini foto pancuran 13, gratis bro!!

Pertama adalah kesabaran, masuk kekolam usahakan kaki dulu ya, jangan langsung nyebur  , dijamin tubuh anda, terutama si otong pasti langsung teriak kepanasan. Kedua, duduk dipinggir kolam,sirami tubuh dengan air kolam. Setelah 1 menit masuklah kekolam sampai batas perut. Tahan 10 detik. Maka secara ajaib suhu tubuh akan menyatu dengan air dan gak terasa panas2 bgt. Lanjutkan sampai seluruh tubuh terendam air. Nah kalo uda gini, coba rileks dan ucapkan “selamat tinggal rasa penat dan kerjaan kantor”.

Lagi lagi foto saya comot dari blog kompasiana, ini salah satu kolam yang bayar Rp. 25.000,-

Dikolam gratisan terdapat banyak sekali pancuran yang mengalir, pancuran tersebut dibuat dan jumlahnya dijadikan nama setiap kolam. Ada pancuran 13, 12 dan seterusnya. Untuk mendapatkan sensasi maksimal, gunakan guyuran air pancuran untuk “memijat” punggung anda, waw...panas bro...tapi nikmat. Dan selalu inget, kulit bisa over-heat dan tingkat kepekaan juga beragam. Jadi apabila memang tidak kuat, jangan dipaksakan. Perih loh mas. Tapi setelah saya mencoba beberapa pancuran, ternyata suhu tiap pancuran beda-beda loh, ada yang panas bingit, ada yang sedang, silakan memilih sesuai dengan tingkat kepekaan kulit masing-masing ya.

0 komentar:

Posting Komentar