Well,
badai pasti berlalu. Setelah masuk perangkap “warung kebangkrutan”, saatnya
kita fokus ke tujuan utama. 2 jam dari Pekalongan menempuh jalan yang berliku,
ditambah kena jebakan batman, kini saatnya meraih kemenangan.
Objek
wisata guci merupakan objek wisata air panas alami. Disini kita akan menemui
banyak sekali kolam/pemandian air panas. Baik yang dikelola oleh
swasta,perhotelan, ataupun oleh warga sendiri. Harga bervariasi mulai dari Rp.
5000 – 25.000, tentu saja yang paling mahal pasti menawarkan fasilitas yang
lebih baik. Namun ada kolam yang gratis dan dikelola oleh dinas pariwisata
setempat, kolam gratis ini selalu saja penuh sesak oleh pengunjung apalagi
ketika musim liburan tiba. Ajaibnya, apabila objek wisata biasa paling mentok
ramai pengunjung ketika pagi atau siang dan mulai berkurang ketika malam hari,
hal itu tidak berlaku di kolam air panas guci, justru ketika hari semakin gelap
maka pengunjung akan semakin ramai berdatangan.
![]() |
| Foto kolam pancuran yang saya comot dari blog sebelah |
Umumnya
anda akan dibilang orang gila ketika mengajak teman untuk berenang atau mandi
tengah malam, apalagi ditempat dengan suhu sedingin kawasan Guci. Tapi di Guci
hal tersebut wajar dan biasa saja. Semakin malam, udara yang semakin dingin
justru menjadikan ritual berendam semakin khusuk dan terasa nikmat. Oleh karena
itu banyak pengunjung yang memilih berendam di malam hari ditemani cahaya bulan
dan taburan bintang-bintang kalo pas langit cerah. Wow kebayang kan betapa
indah momentnya.
Oke,
kembali ke jalan cerita si tokoh utama. Saya dan kawan-kawan tentu saja memilih
kolam gratisan dong. Sampai di lokasi, langsung saya lepas baju dan hanya
mengenakan celana pendek,..brrrrrr...deburan hawa dingin langsung menyerang
sekujur tubuh..pengen cepet masuk kekolam. Tapi musti inget, air dikolam guci
ini suhunya maknyos bgt, ibarat hukum pelepasan kalor atau ntah apa itu
namanya..tubuh anda diibaratkan gelas kosong yang akan diisi air panas. Kalo
mendadak langsung nyebur, bisa dipastikan anda akan terkicat-kicat seperti ikan kekurangan oksigen diatas aspal.
Puanasss poool broo..so untuk mengatasi hal tersebut, ada sedikit tips nih.
| tuh kan, adek kecil aja berani, ini foto pancuran 13, gratis bro!! |
Pertama
adalah kesabaran, masuk kekolam usahakan kaki dulu ya, jangan langsung
nyebur , dijamin tubuh anda, terutama si
otong pasti langsung teriak kepanasan. Kedua, duduk dipinggir kolam,sirami
tubuh dengan air kolam. Setelah 1 menit masuklah kekolam sampai batas perut.
Tahan 10 detik. Maka secara ajaib suhu tubuh akan menyatu dengan air dan gak
terasa panas2 bgt. Lanjutkan sampai seluruh tubuh terendam air. Nah kalo uda
gini, coba rileks dan ucapkan “selamat tinggal rasa penat dan kerjaan kantor”.
![]() |
| Lagi lagi foto saya comot dari blog kompasiana, ini salah satu kolam yang bayar Rp. 25.000,- |
Dikolam
gratisan terdapat banyak sekali pancuran yang mengalir, pancuran tersebut
dibuat dan jumlahnya dijadikan nama setiap kolam. Ada pancuran 13, 12 dan
seterusnya. Untuk mendapatkan sensasi maksimal, gunakan guyuran air pancuran
untuk “memijat” punggung anda, waw...panas bro...tapi nikmat. Dan selalu inget,
kulit bisa over-heat dan tingkat kepekaan juga beragam. Jadi apabila memang
tidak kuat, jangan dipaksakan. Perih loh mas. Tapi setelah saya mencoba
beberapa pancuran, ternyata suhu tiap pancuran beda-beda loh, ada yang panas
bingit, ada yang sedang, silakan memilih sesuai dengan tingkat kepekaan kulit
masing-masing ya.


0 komentar:
Posting Komentar