Sabtu, 28 Maret 2015

GUCIKU : Midnight Vividsm


“Ada ada saja kejadian yang tak terduga, yang datang disaat liburan sekalipun “

Setelah puas bergumul dengan air panas kolam pancuran 13, kamipun berkemas dan bersih-bersih badan ditempat bilasan. Tarifnya cukup murah, hanya Rp 2.000 per orang. Namun  jumlah kamar mandinya terlalu sedikit. Hanya 4 kamar, kalo kondisi sedang ramai, mengantri pasti akan membuat anda bosan dan kedinginan. Untungnya malam itu masih dalam batas wajar.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi kami untuk kembali ke lokasi mobil diparkir, ngobrol sebentar dengan tukang parkir, didapat harga termurah untuk 1 kamar yang dapat diisi ramai-ramai sekitar 150.000,-. Kata pak tukang parkir , “berhubung ini hari libur Nyepi, jadi ya semua jadi naik mas. Aslinya sih 50.000 aja dapet kalo pas hari biasa..” oke deh, singkat cerita kami menginap disebuah villa dengan tarif seperti penjelasan tukang parkir tadi. 

Tempatnya simple banget, lokasi parkir di bawah, kamar di lantai 2 dengan settingan mirip kamar anak kost. Ada bed ukuran 4 orang berdesakan dan 1 ranjang rotan untuk bersantai. 1 unit televisi dan kamar mandi dalam. Tak berselang lama, sang pelayan villa mengirim welcome drink berupa teh hangat. Lumayan juga.

Hiburan kami satu satunya saat itu adalah televisi, tidak ada yang spesial dengan tayangannya . Sempat memilih untuk tidur cepat agar dapat menyambut pagi dengan semangat bersama sinar mentari. Tetapi tiba tiba saja, perhatian kami tertuju pada sebuah film horror lokal, sebut saja “ Dendam Dari Laut”, dengan bintang mainstream seperti dewi persik dan sule. Dalam benak saya, “Wah ini pasti film horror mesum low budget dengan jalan cerita asal-asalan”. Dan benar saja, 1 – 2 menit pertama, wow ada seksi seksi nya bro. 10 menit, loh kok cacat banget plot nya banyak hole, menit ke 15...shit,dialog macam apa ini?!! 20 menit..akting SAMPAH macam apa ini!!  30 menit...tolong otak saya mlengse!!

Silakan tebak, demi apa coba kami bertahan hingga film selesai?ya beneran...sampai ending credit di layar muncul?semangat apa yang membuat mata dan otak kami rela tersiksa melihat scene demi scene...semua karena kehancuran dijalan ceritanya, akting nya,dialog nya yang sampah bgt..justru berbalik menjadi kenikmatan tersendiri. Hasrat untuk memaki, mencela...melaknat ..menjadi kepuasan tersendiri. Itulah vividsm, sebuah aliran didunia penikmat perfilman, yang sangat menikmati film cult dan busuk hanyak untuk mencacat dan menuliskan review hina tentang film tersebut. Malam itu, kami terbuai vividsm, disela sela liburan kami. Ya..liburan kami.

what a beautifull poster movie


2 komentar:

  1. Memang SAMPAH filmnya gan...hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..bener at..ternyata film2 model beginian justru banyak penggemar...gemar menghujat dan memberi review miring merupakan sebuah prestasi tersendiri

      Hapus